Exploring Jogjakarta

  • 0
Candi Borobudur - zhorvans.net

Exploring Jogjakarta

Exploring Jogjakarta

zhorvans.net – Exploring Jogjakarta kali ini bersama 3 rekan saya, dalam rangka meeting kerjaan di salah satu Mal terkemuka di Jogjakarta. Berangkat dari terminal 2F bandara SHIA dengan menggunakan GA-230 pesawat jam 10.15, tapi saya sudah sampai di terminal jam 8 pagi, maklum, jarak antara rumah ke bandara cuma 15 menit, makanya ga terlalu lama nyampenya. Tapi 2 rekan saya itu masih kena macet di tol, sehingga baru dateng jam 9.40,,, jelas ngaret banget. Untungnya sebelum pergi, saya sudah melakukan check-in via online, jadi ga terlalu ribet.

Tiba di Jogja sekitar jam 11-an, sedikit lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Di bandara Jogja, kami ngetem dulu di restaurant yang berada di bandara Jogja untuk melepaskan lelah hanya sekedar ngopi dan sekaligus makan siang.

Plaza Ambarrukmo

Lanjut perjalanan, langsung menuju tempat meeting yang memang sudah ditunggu. Dalam perjalananpun, saya sudah melakukan kontak dengan pihak penyelenggara. Setelah sampai di tempat tujuan yaitu tempat meeting, saya dan rekan menunggu di ruangan yang telah disediakan.

Ambarrukmo Plaza - zhorvans.net

Ruang Management Office Ambarrukmo Plaza

Meetingnya berjalan cukup lama, membahas beberapa point masalah kerja sama. Selanjutnya dari tempat meeting rencananya mau langsung pulang, tapi rekan yang lain malah ngajakin untuk jalan-jalan keliling Jogjakarta.

Malioboro

Tujuan pertama yaitu Malioboro, tapi sebelum menuju Malioboro, kami merencanakan untuk mencari penginapan yang terdekat dengan lokasi tersebut. Maka dipilihlah hotel NEO Malioboro by Aston yang letaknya persis depan stasiun Tugu Jogjakarta.

Neo Hotel Malioboro - zhorvans.net

Neo Hotel Malioboro – zhorvans.net

Review tentang Neo Hotel Malioboro Jogja ini cukup baik, dapat point 9,5 lah, tempatnya cukup nyaman, bersih dan banyak bule yang menginap di hotel ini. Tapi untuk siaran tv-nya tidak begitu jernih, sehingga jangan mengharapkan untuk betah di kamar.

Setelah booking kamar, sejenak untuk istirahat guna mengumpulkan tenaga buat nanti malam keliling Malioboro dengan berjalan kaki. Jarak Malioboro dengan hotel Neo sekitar 100 meter, jadi ga perlu lama untuk sampai ke tempat kuliner di Malioboro.

Ternyata rencana wisata kuliner di Malioboro sedikit mengalami kegagalan, pasalnya yang berjualan makanan lesehan belum banyak yang buka, karena kami waktu itu jalannya jam 21.30, padahal warung-warung lesehan bukanya sekitar jam 10 malam, jadi sempet kelelahan juga jalan kaki dari ujung ke ujung Malioboro.

Candi Borobudur

Di hari kedua Explore Jogjakarta rencananya mengunjungi Candi Borobudur dan Gunung Merapi. Berbekal informasi dari karyawan hotel, kami disarankan untuk menyewa kendaraan taxi untuk menuju tempat-tempat tersebut. Dan setelah check-out dari hotel Neo serta atas rekomendasi dari karyawan hotel tersebut berangkatlah kami dengan menyewa taxi wisata dengan harga 600rb/12 jam.

Destinasi pertama yang disarankan oleh driver adalah kawasan Candi Borobudur lalu ke Gunung Merapi, karena rutenya searah. Tanpa banyak tanya-taya maka berangkatlah menuju destinasi pertama.

Candi Borobudur - zhorvans.net

Kawasan Candi Borobudur

Yang dilihat di kawasan Candi Borobudur hanyalah pemandangan alam sekitar yang memang cantik luar biasa dan Candi Borobudur itu sendiri. Lalu kami melanjutkan perjalanan menuju Gunung Merapi, dalam perjalanan tersebut banyak cerita yang dipaparkan oleh sang pengemudi mengenai Gunung Merapi, diantaranya adalah Watu Gede di daerah Gempol Jogjakarta. Batu tersebut merupakan muntahan dari Gunung Merapi saat meletus pada tahun 2010 lalu. Batu itu menceritakan kesedihan mendalam bagi penduduk sekitar. Bahkan ada yang menuliskan di batu tersebut:

Watu Gede – tanggal 9 Januari 2011 tekan kene! Ngorak arek omah sedulurku. Njur opo karepmu?!

Watu Gede Jogjakarta - zhorvans.net

Watu Gede Jogjakarta – zhorvans.net

Gunung Merapi

Sekarang tibalah di Gunung Merapi. Wisata yang di tawarkan di Gunung Merapi adalah mengunjungi tempat-tempat bersejarah setelah meletusnya Gunung Merapi dengan menyewa mobil Jeep, yang sudah disediakan di kawasan tersebut. Di antaranya rumah-rumah penduduk di lereng sekitar Gunung Merapi, Batu Alien, Bunker tempat persembunyian, dan lain-lainnya.

Explore Gunung Merapi - zhorvans.net

Explore Gunung Merapi – zhorvans.net

Biaya sewa Jeep untuk explore Gunung Merapi bervariasi, tergantung paket yang diinginkan, ada yang 1 jam, 2 jam bahkan sampai 3 jam untuk explore semua kawasan di Gunung Merapi tersebut. Berhubung kami datangnya agak sore, jadi diambil paket yang 1 jam, yaitu hanya mengunjungi rumah penduduk, Batu Alien dan Bunker.

Setelah puas mengelilingi Gunung Merapi, kami kembali ditawarkan oleh pengemudi taxi kudapan khas Jogja yang terkenal yaitu sate tengkleng dan nama tempatnya yang terkenal di Jogja adalah Sate Samirono.

Sate Samirono Jogja - zhorvans.net

Sate Samirono Jogja – zhorvans.net

Sate Samirono Jogja - zhorvans.net

Sate Samirono Jogja – zhorvans.net

Harga makanan di Sate Samirono itu murah meriah, tempatnya terbuka dan menurut cerita pengemudi taxi, tempat ini sudah dibuka sebelum saya lahir dan sampe sekarang ramai pengunjungnya.

Setelah kenyang makan, rencana besok untuk explore Jogjakarta bagian Selatan gagal, karena mendadak ada meeting di Jakarta. Akhirnya malam ini kembali mencari tempat menginap di tengah kota Jogjakarta, yaitu pilihannya adalah hotel Grand Aston Jogjakarta.

Hotel Grand Aston Jogjakarta

Ternyata menginap di hotel bintang 5 sekelas Grand Aston Jogjakarta kali ini kurang menguntungkan, pasalnya air di kamar mandi terlihat keruh, bahkan tidak ada penutup antara shower dengan washtafel. Jadi kalo mandi, airnya bisa meluas kemana-mana 😉

Air keruh di hotel Grand Aston Jogja

Air kamar mandi keruh di hotel Grand Aston Jogja

Walaupun kran air sudah dibuka cukup lama, tetep aja masih kotor kaya gitu, apa lagi di wastafelnya. Terpaksa ga berani mandi sampe kepala, cukup badan aja yang dibersihkan. Setelah mandi, saya menuju Vanilla Sky Lounge yang berada di roof top Grand Aston Jogjakarta, untuk menikmati live music akustik dari The Journey yang terdiri dari 4 wanita cantik.

The Journey performance - zhorvans.net

The Journey performance at Vanilla Skylounge Grand Aston Jogjakarta – zhorvans.net

Vanilla Skylounge Grand aston Jogjakarta - zhorvans.net

Vanilla Skylounge Grand Aston Jogjakarta – zhorvans.net

Kembali ke Jakarta

Setelah bermalam di hotel Grand Aston Jogjakarta, saatnya saya untuk kembali ke Jakarta, karena ada panggilan meeting berikutnya di Jakarta. Sebelum kembali ke Jakarta, saya menghubungi driver taxi yang kemarin diajak muter-muter Jogja, dan ditawarkan untuk membeli buah tangan dari pabriknya, yaitu pusat pembuatan Bakpia Pathok 25 di Jogjakarta.

Pabrik Bakpia Pathok 25 Jogja - zhorvans.net

Pabrik Bakpia Pathok 25 Jogja – zhorvans.net

Harganya tidak jauh beda dengan yang dijajakan pada tempat di Jogja lainnya, namun perbedaannya hanyalah tempatnya saja dan bakpianya masih terasa panas, maklum katanya baru diangkat dari tempat pembuatan.

Mungkin baru kali ini sempet cerita review perjalanan dinas, padahal sebelum-sebelumnya banyak sekali tempat-tempat yang sudah dikunjungi tapi tidak diceritakan di sini. Yaah, sudahlah,,,, next bakalan cerita deh kalau sempet nulisnya.

Demikian cerita singkat mengenai Explore Jogjakarta yang saya lakukan kali ini, insya Alloh, ada hikmah yang didapat dari kisah di atas.

 


Leave a Reply

Archives

Categories