Category Archives: Real

  • 0

Perjalanan Menemukan Wahabi

Category : Email , Real , Renungan , Share

Bacanya pegel sangattss, tapi..
Masyaa Allah..!
Rugi kalo gak baca (nhc) 👌🍹

Pertamakali saya tahu kajian-kajian salafi (wahabi–red) itu sekitar 2006. Pas kuliah di Jogja. Sebelum itu saya fanatik dengan agama lokal dari kampung halaman di Situbondo. Jadi, pas awal pindah ke Jogja dan tinggal di rumah nenek, saya nggak mau jumatan di mesjid dekat rumah, sebab adzannya 1x, nggak kayak di kampung halaman, adzan 2x, khotibnya pegang tombak, dan sebelum khotbah biasanya ada salah 1 jamaah yang berdiri terus bilang “Yaa ma’syarol muslimin…” dst..

Ketika tahu mesjid dekat rumah nggak seperti itu, saya nggak mau jumatan di situ, memilih jalan jauh ke mesjid kampus UGM, padahal ya sama saja adzannya juga 1x, tapi saya sudah terlanjur “alergi” dengan orang-orang di mesjid deket rumah itu, mereka pakai celana cingkrang, jenggotan. Hih. Ogah, mending ke mesjid kampus UGM yang jamaahnya lebih umum, masih ada yang pake celana jin.

Waktu itu saya tahunya mereka yang cingkrang itu Muhammadiyah… Dan menurut ajaran dari kampung, Muhammadiyah itu nggak tahlilan, sementara kita NU tahlilan. Gitu aja definisinya, tanpa ada niat nyari tahu kok bisa beda? Kan pasti ada alasannya? Lalu yang lebih mendekati kebenaran yg mana? Nggak ada pikiran semacam itu. Pokoknya kalau sudah lahir di keluarga NU ya sudah ikut saja. Apalagi sejak kecil sudah dibangun sentimentalisme kefanatikan seolah Muhammadiyah itu aneh.

Ke-alergian terhadap orang-orang di mesjid dekat rumah itu berlangsung sekitar 2 tahun. Sampe suatu masa, di Jogja lagi rame kasus mahasiswa yang tiba-tiba direkrut oleh semacam gerakan baiat gitu, sehingga tiba-tiba nggak mau ngobrol sama orangtuanya karena orangtua dianggap kafir (naudzubillah).

Pokoknya entah aliran apa namanya, NII apa ya? Wuih itu ngeri. Teman sekelas saya, cewek, ada yang kena gerakan itu. Bahwa Indonesia bukan negara islam, kita harus bikin negara islam, bla bla bla… Saya lalu berhati-hati. Kalau kebetulan ke kampus MIPA selatan, di seberang kampus ada masjid Al Hasanah, di mesjid itu perempuannya pakai cadar hitam-hitam, saya sering bilang, “Itu pasti yang aliran sesat.”

Di periode itu, model ikhwan-akhwat dalam sebuah wadah bernama liqo’ juga mulai menjamur di kampus. Ada seorang sahabat yang keren digandrungi akhwat-akhwat, dia kalo lagi nggak ada jam kuliah nongkrongnya di musholla, ngobrol sama akhwat di balik hijab. Saya iri, kan kepingin juga didekatin cewek-cewek.

Apalagi waktu itu ada akhwat yang cantik sekali, yang membuat saya tahu diri, siapalah saya ini, jenggot tipis aja nggak punya, nggak ada potongan seorang ikhwan…. Namun demi mendapat perhatian, itu jadi semacam titik tolak untuk berniat belajar agama (nggak ikhlas banget niatnya…) Saya segera rajin lihat papan pengumuman yang terpajang di musholla. Lihat ada poster acara apa yang berhubungan dengan agama. Nyari yang gratisan.
Maka, acara agama yang pertama saya datangi itu acaranya Hizbut Tahrir, dalam keadaan saya awam tentang kelompok ini, yang penting kan datang aja biar keren dan kelihatan alim dapat sertifikat. Waktu itu acaranya di Aula Fakultas Pertanian. Jadi bukan mesjid, melainkan kayak seminar, duduk di bangku-bangku kuliah, ada meja-meja melingkar dibikin kelompok, lalu ada layar proyektor, slide, gitu-gitu, endingnya pesertanya dapat CD. Saya gak paham apa yang disampaikan, tiba-tiba disuruh diskusi, ada makan siang, yang penting datang aja biar keren.

Esoknya di kampus, saya tunjukkan CD dan sertifikat ke sahabat saya yang digandrungi akhwat itu, pamer: nih saya juga tahu datang seminar islam… Dia malah kaget, “Lho, kamu datang ke acaranya HTI?” Mendengar pertanyaan itu, saya balik kaget, “Lho kenapa ya emangnya?”

Sejak itu, saya tahu kalau ada banyak kelompok-kelompok kaum muslimin, saya kira cuma Muhammadiyah dan NU. Ternyata ada HTI, ada Ikhwanul Muslimin (IM), NII, LDII, MTA.. Nah yang liqo’ ini ujungnya saya tahu afiliasi mereka ke IM.

Saya mulai mempelajari masing-masing perbedaan antar kelompok, mengenal tokoh-tokoh mereka. Jadi tahu oh ternyata HTI itu tujuannya gini, cirinya gini, IM itu gini, cirinya gini. Saya kadang datang ke obrolannya anak IM, kadang ngobrol dengan anak HTI, pokoknya yang obrolannya agama, ikut nimbrung….

Namun saya mesti berpikir rasional, bahwa pasti ada alasan kenapa kelompok ini begini, kelompok itu begitu, mesti diuji materi, sehingga bisa ketahuan mana yang setidaknya paling bisa saya percaya. Bukan lantas tidak mau repot-repot, ya sudahlah mereka bisa benar, kita bisa benar, yang tahu kebenaran hanya Allah. Wis, lalu jadilah paling toleran, simsalabim, islam nusantara… Nggak gitu, kalo gitu sih nggak perlu ada dakwah saja, nggak perlu diutus Nabi dan Rasul, nggak perlu diturunkan AlQur’an, biar aja setiap manusia percaya dengan keyakinan sendiri-sendiri…

Dalam dunia eksak, selama segala hal yang berbeda bisa dicari pemecahannya, mana yang lebih valid, maka dicari. Bahkan kalo bisa yang berbeda-beda itu diajak bersatu. Sehingga logikanya, bersatu di atas landasan yang kokoh. Bukan sengaja berbeda lalu pura2 bersatu saling toleransi padahal saling sikut. “Kau sangka mereka bersatu padahal hati mereka berpecah belah,” kata ayat dalam Al Qur’an.

Sekarang kan apa-apa ditoleransi, ada kelompok yang penentuan Idul Fitrinya berdasarkan pasang surut air laut, ditoleransi, ada orang ngaku jadi Nabi, ditoleransi, besok ada yang sholat dhuhur 8 rokaat pun pasti ditoleransi. Lha ya udah rusak dakwah ini, tiap mau bilang, “eh ini nggak boleh,” dibales, “kamu merasa bener sendiri, menyesat-nyesatkan orang. Mau memonopoli surga.” Ya sudaaah repot.

Karena itulah pengusung paham buram: saya bisa benar, kamu bisa benar, semua bisa benar, toleran, liberal, itu biasanya datang dari mereka yang kuliah di fakultas non-eksak. Filsafat terutama. Karena sudah dibiasakan berpikir seperti itu. Selama masih bisa ngeles ya ngeles terus. Bermain-main opini saja. Mana yang kelihatan paling keren opininya, paling satir, ya wis, itu yang juara! Nggak urus itu ngawur apa nggak.

Balik ke cerita. Setidaknya satu sisi positif dari hasil bergaul dengan teman-teman HTI dan IM adalah, saya mulai tidak alergi dengan penampilan celana cingkrang dan jenggot. Sebab sebagian teman ada yang begitu. meski saya belum tahu alasannya. Mungkin tren.

Nah, kemudian muncullah sebuah pertanyaan besar: Lalu, kalau orang-orang yang di mesjid dekat rumah, yang cingkrang, jenggotan, itu aliran apa ya?

Mulai deh. Sehabis maghrib biasanya kan ada kajian. Sesekali saya coba duduk di teras mesjid, dengerin yang diomongin si ustadz… Oh, ternyata ustadz itu bicaranya tentang tauhid, syirik, sunnah, bid’ah… Kok kayaknya menarik? Belum pernah nih di kampung ada ceramah kayak gini.

Kemudian lain waktu saya mulai masuk deh ikut kajian itu biarpun nggak ada sertifikat. Sehabis maghrib, malam selasa dan malam sabtu. Asli, saya jatuh cinta. Cara ustadznya menjelaskan, terus banyak hal baru yang saya ketahui dan bikin, “Oh, gitu ya? Oh ternyata gitu?”

Berbeda dengan seminar yang kebanyakan seperti bertele-tele, ustadz di mesjid ini langsung ke poinnya. Dan setelah beberapa kali saya ikuti, ternyata bisa disimpulkan tujuan dakwahnya mereka ini sederhana banget: cuma gimana biar bisa ibadah dengan bener, tahu landasannya, bukan ikut-ikutan. Gimana biar kita terasa hidup dekat dengan Nabi dan para sahabat. Udah. Gitu. Simpel banget. Terlalu simpel malahan.

Nggak ada tujuan bikin negara islam, bikin gerakan rekrut orang, bai’at, kartu anggota, tur ziarah.. Nggak ada. Cuma diajarkan, udah meng-Esa-kan (mentauhidkan) Allah dengan bener belum? ibadah kita selama ini udah sesuai dengan tuntunan Rasulullah belum? Wis, tok, til, itu aja.

Mereka tidak punya penamaan seperti IM atau HTI, sebab konon memang nggak punya nama, cuma berdakwah mengajak pada islam yang murni dan lurus.

Adapun kemudian saya dengar dari orang-orang, bahwa mereka dinamakan wahabi… Ketika saya baca artikel tentang wahabi, itu wuh sadis banget! Konspirasi dengan Inggris, temennya Mamarika, menghancurkan makam Nabi, radikal, ngajarin pegang senjata. Apalagi kalau levelnya sudah utak-atik sejarah, ada buku judulnya Sejarah Berdarah Sekte Wahabi. Kok sangar temen? Padahal realitas yang saya datangi sendiri, nggak ada itu.

Maka terjadi pergolakan besar dalam diri saya. Dimasuki banyak hal-hal yang terasa baru. Wahabi ternyata tidak merayakan maulid, alasannya: soalnya Rasul tidak merayakannya. Simpel banget! Tapi wahabi justru mengajarkan cinta Rasul dengan meneladani beliau. Akhirnya saya tahu, oh, jadi Rasul memerintahkan kain celana di atas mata kaki, pantesan mereka cingkrang.

Saya ragu, apa mau cingkrang juga ya? Duh, nggak keren lagi dong kalau ke kampus. Antara menuruti jiwa muda untuk tampil modis atau menuruti perintah Rasul? Yah kok Rasul nyuruh gini sih? Berat hati. Sebenarnya kalau saya mau menolak, ada jalannya, yaitu embusan dari orang-orang bahwa cingkrang itu ciri teroris, bahwa itu sebetulnya nggak wajib, bahwa jangan terlalu kaku lah dengan dalil, memahami hadits harus dari sudut pandang modern…

Pokoknya opini-opini yang sifatnya menolak dengan cara ngalor-ngidul dulu mencari-cari pembenaran. Sementara wahabi itu simpel banget: Ada dalil, sahih, kerjakan. Tidak ada, tidak perlu dikerjakan.

Tapi yang sederhana begini, masyaAllah… Dihujat di mana-mana. Apalagi di kalangan penulis intelektual filsafat satiris posmodern, seperti jadi musuh bersama.

Wahabi dibilang anti-maulid, tidak cinta Rasul. Padahal saya lihat mereka yang paling meneladani perilaku Rasulullah. Selama di kampung saya nggak tahu kalo Rasul memerintahkan kain celana di atas mata kaki.

Wahabi dibilang tidak mau shalawat. Padahal saya lihat mereka cuma mencukupkan shalawat yang diajarkan Rasul, yaitu shalawat yang biasa dibaca di tahiyat akhir dalam sholat, bukan shalawat hasil ide-ide kreatif.

Wahabi dibilang melarang ziarah kubur, padahal mereka cuma melarang minta-minta sama orang mati meskipun itu wali, bukan ziarahnya yang dilarang.

Juga dibilangnya wahabi mau bikin mazhab baru, padahal pas kajian mereka tetap mengutip pendapat Imam Syafi’, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Ahmad. Bahkan mereka selalu mengkaji, jika 4 pendapat imam itu berbeda, maka mana yang lebih mendekati sunnah, itu yang diikuti, tanpa merendahkan keilmuan salah satu dari imam mazhab. Jadi nggak asal, kita mazhabnya syafi’i, lalu fanatik, sampai ada yang nggak mau nikah dengan mazhab lain.

Dan semua yang wahabi lakukan, itu karena ada dalil dari Rasulullah. Bukan karena ingin memecah belah atau tampil beda atau merasa benar sendiri yang lain sesat.

Bahkan saya lihat, wahabi itu yang paling banyak mengalah dari keinginannya. Gimana gak ngalah? Perempuannya bercadar, jilbab lebar hitam. Padahal kalo dipikir-pikir, kan enakan islam yang ditawarkan kaum liberal, beragama tapi bebas nggak terikat apa-apa. Nggak mesti jilbaban, dll.

Jadi kalau ingin berislam tapi nggak mau disuruh ini itu, saya sarankan ikut liberal, selalu dikasih solusi untuk ngeles. Anda males pake jilbab, tenang, jadilah liberal, baca Quraish Shihab, ada solusinya, jilbab itu nggak wajib kok, anaknya aja nggak berjilbab. Bahkan Anda akan bisa merasa lebih jumawa dari mereka yang pakai cadar…. Lha perempuan wahabi, udah cadaran, sumuk, kehilangan kesempatan bersolek, eh malah jadi bahan olokan. Kalau bukan karena kecintaan terhadap sunnah, dijamin mereka gak akan sibuk merepotkan diri seperti itu.

Sejak itu saya gak terpengaruh lagi dengan opini orang tentang wahabi, mau dibilang gak cinta Rasul kek, dibilang suka membid’ahkan orang kek, suka mengkafirkan orang, merasa masuk surga sendiri yang lain masuk neraka. Karepmu! Sebab saya tahu, realitasnya tidak seperti itu. Dan memang kalau ikut opini orang, nggak bakal selesai.

Masih ingat kan kisah bapak, anak, dan seekor onta? Ketika anaknya naik onta, sementara bapaknya jalan sambil nuntun tali onta, orang-orang bilang, “Anak durhaka, enak-enakan di atas, Bapaknya disuruh nuntun.” Mendengar itu, anaknya turun, lalu ganti, bapaknya naik onta, anaknya nuntun. Orang bilang, “Bapak gak tahu kasihan, enak-enakan di atas onta, anaknya malah disuruh jalan.” Maka sekarang, anak dan bapak berdua sama-sama naik onta. Orang-orang bilang, “Gak tahu kasian sama binatang, onta kurus gitu kok dinaiki berdua.” Ujung-ujungnya bapak dan anak sama-sama jalan nuntun onta. Eh orang masih bilang, “Mereka berdua itu kok goblok banget, punya onta tapi gak dinaikin malah dituntun aja.”

Gitulah, di mana-mana, opini orang gak bisa dijadikan acuan. Apalagi opini dari ahlul pelintir bahasa, wuh, hebat-hebat, yang insecure lah, sesat sejak dalam pikiran lah, ini lah, itu lah. Berbeda dengan wahabi ketika mengomentari sebuah aliran tertentu, itu bukan pakai opini pelintir bahasa, tapi langsung ke akarnya.
Ketika mengomentari syiah misalnya. Pengusung toleransi semu akan menyeret opini bahwa syiah dan sunni cuma perbedaan mazhab, politis, diseret tentang hak asasi, minoritas, dst.. Kalau wahabi langsung ke kitab induk syiah. Bahwa syiah ini menyimpang karena mengkafirkan mayoritas sahabat, menyebut Abu Bakar & Umar sebagai dua berhala Quraisy, menganggap Aisyah sebagai pelacur, menghalalkan darah nashibi (ahlus sunnah), memiliki Al Qur’an 3x lebih tebal, syahadatnya berbeda, adzannya beda, menghalalkan kawin kontrak, malam kawin pagi cerai… Itu. To the point. Kalau alasan itu diterima, mereka memuji Allah. Tidak diterima, tetap memuji Allah.

Saya pun mulai rajin mengikuti kajian wahabi, bahkan yang jauh-jauh dan ustadznya sampai dari Arab. Semakin banyak perbedaan yang bisa ditangkap secara kasat mata:

Pertama. Di kampung saya, kalau kiyai/ustadz datang, itu kadang tangannya jadi rebutan, dicium-cium sama jamaahnya. Bahkan cara cium tangannya itu bisa dramatis sekali ada teknik-teknik tersendiri. Apalagi kalo yang datang itu level syaikh pondok ini, atau anak keturunan syaikh itu, wuh tambah jadi rebutan.

Berbeda dengan kajian wahabi. Biarpun penceramahnya level ulama paling senior dan sepuh pun, sewaktu ulama itu datang dan jalan ke depan, jamaahnya biasa aja duduk.

Kalau pakai opini orang, kesannya wahabi tidak menghormati ulama. Padahal saya melihat, mereka menghormati ulama ya karena ilmunya, bukan karena fisiknya atau keturunan siapa, jadi tidak lebay rebutan cium tangan, apalagi seolah mengkultuskan rebutan air liur, diyakini mustajab, hiii.

Wahabi itu nggak pernah nyebut-nyebut syaikh siapa jadi doa berjamaah, bikin haul. Nggak pernah. Sebab mereka beneran cuma menghargai ilmu, tidak berlebihan terhadap tokoh… Beda di kampung saya, fatihah ila hadarotin syaikh ini, syaikh itu, diulang-ulang tiap ada selamatan, tapi orang-orang nggak tahu syaikh itu siapa sih? Buku kitabnya apa? Nggak ada. Pokoknya kiyai nyebut syaikh itu tiap selamatan, ya sudah sampe turunannya tetap nyebut syaikh itu. jamaahnya ya amin-amin saja terus makan rawon.

Yang kedua. Yang namanya pengajian, di kampung saya biasanya identik dengan nyanyi-nyanyi, baca Al Fatihah, awal Al Baqoroh, ayat kursi, sholawat apa gitu panjang, baru setelah itu ada ceramah. Kalo di wahabi, ustadznya datang, duduk, langsung membuka materi dg khutbatul hajah, lalu mengajar, ada istirahat, tanya jawab, abis itu selesai, pulang. Nggak ribet.

Yang ketiga. Kalo di kampung saya, segala jenis ibadah wis tinggal nyontoh saja, kalo ngaji maghrib itu kadang ada pelajaran sholat dari kiyai, ya sudah langsung baca aja rame-rame dari usholli sampai salam. Tapi di wahabi itu ilmiah sekali, tidak asal ikut ustadznya, melainkan diajari memahami bahwa setiap gerakan sholat itu dilakukan karena ada contohnya, kita melakukan ibadah karena memang ada riwayatnya dari Rasul. Kalau nggak ada riwayatnya, ya nggak perlu repot-repot dikerjakan. Sehingga ketika sholat, setiap gerakan kita terasa dekat dg Rasulullah sebab tahu ada rantai yang bersambung.

Hal lain juga. Saya jadi tahu, misalnya, Allah mengampuni semua dosa kecuali dosa syirik. Dosa syirik tidak akan diampuni kalau pelakunya mati sebelum sempat bertobat. Sebab dosa syirik itu paling besar, paling bahaya, sehingga kita mesti tahu cabang-cabangnya. Bahwa perdukunan itu syirik, meyakini hari sial itu syirik, minta-minta ke orang mati itu syirik, jimat itu syirik, ada syirik besar dan syirik kecil, harus waspada dan selalu mengoreksi diri sendiri.

Sejak itu, ngeri lah karena ternyata banyak keyakinan saya selama ini tergolong syirik, seperti keyakinan kalo nabrak kucing berarti sial, pergi gak boleh hari jumat, dst…. Kalau di kampung saya, yang dimaksud syirik ya menyembah patung berhala. gitu aja. Mana ada hari ini orang islam sekonyol itu nyembah patung? Kalau dosa syirik cuma sebatas nyembah patung, alangkah mudahnya itu dihindari?

Apalagi pas tahu banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan, ternyata bid’ah, tidak diajarkan Rasul. Saya yang sudah telanjur ngefans dengan sholawat nariyah dan hapal di luar kepala sejak ngaji jaman SD, kaget lho jadi sholawat nariyah itu bid’ah? Sempat gak terima. Tapi tumbuhnya kecintaan untuk mengenal, “Jadi, islam yang aslinya sesuai Nabi itu gimana?” Itu membuat saya rela untuk melepas atribut kefanatikan dan segala hal yang sudah diyakini sejak kecil. Seandainya saya sudah anti sejak awal, kan bisa dengan mudah mudah langsung saya cap, “Wo, wahabi itu menyalah-nyalahkan orang, masak sholawatan aja nggak boleh.”

Saya lalu menyadari, faktor penting orang sulit menerima kebenaran, adalah karena kebenaran itu menghantam keras pada apa yang sudah diyakininya selama ini sebagai kebenaran.

Sama, di masa jahiliyah dahulu, Sebelum Muhammad diangkat sebagai Nabi, beliau sudah digelari Al Amin (yg bisa dipercaya) oleh kaumnya, sebab memang sangat dipercaya, sampai-sampai jika Muhammad berkata, “Ada pasukan musuh di balik gunung ini.” Maka mereka percaya. Tapi setelah mendapat wahyu, mengajak untuk menyembah Allah saja, yang mana itu menghantam keras pada keyakinan kaum Quraisy saat itu, langsung berubah mereka menjuluki Rasulullah jadi Majnun, tukang sihir…

Maka dari itu, ketika ada yang bilang wahabi merasa benar sendiri, itu aneh. Sebab wahabi itu justru orang yang mau mencari kebenaran meski konsekuensinya berat karena harus meninggalkan kebiasaan masa lalu yang sudah dianggap sebagai kebenaran… Kalau sejak awal merasa sudah yakin paling benar, tentu mereka akan tetap dengan keyakinan agama kakek moyang selama ini, nggak mau diingatkan tentang syirik, bid’ah dan lain sebagainya.

Nah. Pada akhirnya, saya salut terhadap mereka ini, yang ikhlas mengajak masyarakat untuk kembali ke agama yang murni, mengingatkan orang bahaya syirik, bahaya bid’ah, meskipun dihujat banyak orang, dituduh sesat, macem-macem. Terserah orang lain menamai mereka wahabi, atau seburuk apapun, itu cuma nama saja, tidak mengubah hakikat…

Tapi anggap saja penamaan wahabi diterima. Coba cek di media netral seperti wikipedia.https://id.wikipedia.org/wiki/Wahhabisme, lalu baca, di mana penyimpangannya? Kenapa kok dimusuhi banget?

Saya juga ingin terus belajar. Semoga kita semua mendapat petunjuk untuk mencari hidayah. Hidayah datang dari Allah. Kita mencari kebenaran bukan untuk menyalah-nyalahkan orang.

Selama seseorang ikhlas untuk terus mencari agama Allah yang lurus dan menempuh jalan-jalannya, maka akan disampaikan ke tujuannya.

— Kopas dari status kawan FB 🎓👤


  • 0

Beware of Chinese Domain Scams

Category : Email , Info , Real , Share

Hey! Got an Email from China Domain Name Registration Center, Asian Domain Registration Service In China, The Department Of Registration Service In China etc.?

The reason that you have landed here is surely due to an email in your inbox from an Asian named domain name registrar such as:
– China Domain Name Registration Center
– Asian Domain Registration Service In China
– The Department Of Registration Service In China.The subject line is usually something like:

– “urgent brand registration confirmation”
– “Domain dispute and protection”
– “Asia, Cn, Hk domain name and Internet Keyword”
– “Notice of Brand name registration”.
– xxxxxxx Renewal of domains (urgent case742947900)

We’ve all heard of Internet scams to steal your identity, your credit card number, bank account information, etc.  There appears to be a scam that has been occuring at least for the past several months that was brought to my attention today when a local business forwarded us the e-mail I have pasted below.

In the email they probably request you to forward the email to your CEO. There is a sense of urgency, and they want you to quickly react to a supposed third party’s plan to register a list of available domain names infringing your trademark rights. The third party could email you to tell about their plan as well. The email usually comes from Gareth Qi or Gareth Qiao via a hotmail address.

 If you fall for this “offer” you end up paying premium prices for your domain names and they will even throw in a Brand protection product invented for the occassion. Recently they have also send out renewal reminders for non-registered domain names (sneaky, sneaky).

The concerned business owner did not know whether or not this e-mail was legitimate, which if you are not living and breathing the Internet industry everyday like we do here it can oftentimes be difficult to distinguish what’s real and what’s not, especially as scam artists get better and better.

The manager of the local business who contacted us did the right thing by asking.

The e-mail copied below is basically telling the business owner or manager that their “international identity” is in jeopardy because “Company X” has “attempted” to register their domain name with .cn, com.cn, .asia, etc. extensions.  In reality they are just trying to resell domain names with Chinese/Asia extensions.

Unless you intend to do business in Asia or China, there is no reason to have a domain name outside of your US domain name (.com, .net, .org, .co., .us, .gov, etc).

 

The business’ name was replaced with [domainname] to protect confidentiality.

Dear CEO,

(If you are not the person who is in charge of this, please forward this to your CEO, because this is urgent. If this email affects you, we are very sorry, please ignore this email. Thanks)

We are a Network Service Company which is the domain name registration center in China.
We received an application from Huayi Ltd on December 11, 2016. They want to register ” [domainname] ” as their Internet Keyword and ” [domainname] .cn “、” [domainname] .com.cn ” 、” [domainname] .net.cn “、” [domainname] .org.cn ” 、”[domainname] .asia ” domain names, they are in China and Asia domain names. But after checking it, we find ” [domainname] ” conflicts with your company. In order to deal with this matter better, so we send you email and confirm whether this company is your distributor or business partner in China or not?

 

Best Regards,

Jim | Service Manager

CN Web Registry(Head Office)

8006, Xinlong Building, No. 415 WuBao Road, Shanghai 201105, China

Tel: +86-2161918696 | Fax: +86-2161918697  | Mob: +86-1582177 1823

Web: www.webregistry.cn

Please feel free to continue to leave comments with your updates on this post.


  • 0
Parenting

Kecerdasan Menghadapi Masalah – Adversity Quotient

Category : Info , Journey , Real , Renungan , Share

Adversity Quotient

Pengertian

Adversity quotient adalah bentuk kecerdasan selain IQ, SQ, dan EQ yang ditujukan untuk mengatasi kesulitan. AQ dapat dipandang sebagai ilmu yang menganalisis kegigihan manusia dalam menghadapi setiap tantangan sehari-harinya. Kebanyakan manusia tidak hanya belajar dari tantangan tetapi mereka bahkan meresponnya untuk memeroleh sesuatu yang lebih baik.  AQ juga dapat digunakan untuk menilai sejauh mana seseorang ketika menghadapi masalah rumit. Dengan kata lain AQ dapat digunakan sebagai indikator bagaimana seseorang dapat keluar dari kondisi yang penuh tantangan.

Adversity Quotient adalah judul buku yang ditulis oleh Paul G.Stoltz tahun 1997, sekitar dua tahun setelah dunia digoncangkan oleh publisitas Emotional Quotient-nya Daniel Goleman. Dan setelah itu, sejumlah penulis menawarkan berbagai jenis “quotient” lainnya; dengan atau tanpa penelitian yang mendalam.

Apa terjemahan yang tepat untuk Adversity Quotient (AQ) ini? Kecerdasan mengatasi kesulitan, kecerdasan mengubah masalah menjadi berkah, dan kecerdasan adver-sitas adalah beberapa “terjemahan” yang digunakan kawan-kawan di Indonesia. Adversity sendiri punya sinonim nasib buruk, kemalangan, kesulitan, masalah, dan sejenisnya. Jadi, upaya menerjemahkan kata itu cukup sah buat saya. Namun untuk kepentingan tulisan ini, mari kita gunakan saja singkatannya: AQ.

Salah satu tiang utama penopang teori AQ adalah asumsi bahwa “kejadian atau peristiwa itu tidak penting, namun tanggapan atau respons terhadap kejadian-lah yang akan menentukan masa depan”. Kejadian yang menimpa diri Anda tidak penting, tetapi bagaimana dan apa tanggapan Anda terhadap kejadian tersebut bersifat menentukan.

Contoh Nyata dalam Kehidupan

Menurut Ibu Elly Risman (Senior Psikolog dan Konsultan, UI), Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi Allah yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .

Jangan memainkan semua peran, ya jadi ibu, ya jadi koki, ya jadi tukang cuci, ya jadi ayah, ya jadi supir,
ya jadi tukang ledeng. Anda bukan anggota tim SAR! Anak anda tidak dalam keadaan bahaya. Tidak ada sinyal S.O.S! Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.

Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, “Sini…Ayah bantu!”.

Tutup botol minum sedikit susah dibuka, “Sini…Mama saja”.

Tali sepatu sulit diikat, “Sini…Ayah ikatkan”.

Kecipratan sedikit minyak “Sudah sini, Mama aja yang masak”.

Kapan anaknya bisa?

Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana, Apa yang terjadi ketika bencana benar2 datang?

Berikan anak2 kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.

Kemampuan menangani stress, menyelesaikan masalah, dan mencari solusi, merupakan keterampilan/skill yang wajib dimiliki. Dan skill ini harus dilatih untuk bisa terampil, skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim!

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.

Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi, tapi juga lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak.

Tampaknya sepele sekarang… Secara apalah salahnya kita bantu anak?

Tapi jika anda segera bergegas mnyelamatkanny dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.

Sakit sedikit, mengeluh.
Berantem sedikit, minta cerai.
Masalah sedikit, jadi gila.

Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan pula hal yang sama untuk AQ nya. So, izinkanlah anak anda melewati kesulitan hidup…

Tidak masalah anak mengalami sedikit luka,
sedikit menangis,
sedikit kecewa,
sedikit telat,
dan sedikit kehujanan.

Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan. Ajari mereka menangani frustrasi. Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel, Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari? Bisa2 anak anda ikut mati.

Sulit memang untuk tidak mengintervensi, ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih. Apalagi menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi. Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua. Tapi sadarilah, hidup tidaklah mudah, masalah akan selalu ada. Dan mereka harus bisa bertahan melewati hujan, badai, dan kesulitan, yang kadang tidak bisa dihindari.

Kita saat ini sama dengan kita lima tahun lalu kecuali dalam hal orang yang kita temui dan buku yang kita baca. – Charlie “Tremendous” Jones

Anda adalah apa yang anda baca dan pikirkan, sebuah buku / bacaan yang baik mampu merubah orang. Dengan membaca, kita tidak hanya mengurangi stress, namun juga menambah ilmu.

Selamat merenung…😊


  • 0
Uber Promo

Kode Promo Uber terbaru, berlaku untuk UberX, UberBLACK dan UberMOTOR

Tags :

Category : Info , Journey , Real , Share

Uber Promo

Uber Promo

Promosi dengan memberikan perjalanan pertama gratis atau free ride untuk pengguna baru merupakan hal yang lumrah untuk layanan transportasi berbasis aplikasi termasuk Uber. Hampir semua aplikasi yang populer di Indonesia seperti Uber dan Grab memberikan promosi semacam ini. Teknik pemasaran seperti ini terbukti cukup efektif untuk menarik minat calon pengguna untuk mencoba layanan mereka.

Selain promo untuk pengguna pertama, ternyata Uber juga memberikan kode promo untuk pengguna lama atau existing users, dengan tujuan untuk menarik hati pengguna setianya agar tidak berpaling ke layanan serupa dari pesaingnya (seperti GrabCar atau Go-Car) yang juga tengah memberikan promo-promo yang beragam, bahkan beberapa diantaranya bisa digunakan berkali-kali selama periode promosi.

Ini tentunya sangat menguntungkan pengguna karena dengan kode promo Uber maka biaya perjalanan mereka bisa jauh lebih murah dan terjangkau, ya meskipun tanpa menggunakan kode promo / voucher pun tarif Uber sudah terbilang murah diantara para pesaingnya.


  • 0
Mariana Renata dan Renata Kusmanto

Dua bersaudara Mariana Renata dan Renata Kusmanto

Category : Info , Journey , Music , Real , Share

zhorvans.net – Dua saudara Mariana Renata dan Renata Kusmanto yang sama-sama berprofesi sebagai model adalah salah satu idaman kaum Adam.

Jadi, Mariana Renata itu saya masih tidak tahu bahwa Mariana Renata dan Renata Kusmanto itu beda orang. Sumpah, mereka mirip banget dan memiliki nama Renata juga. Sudah sering sih aku googling tentang Mariana Renata dan terkadang yang muncul Renata Kusmanto. Hayo, siapa yang salah sepertiku? Hayo siapa yang baru tahu kalau mereka beda?

Tahu kan iklan Line yang Nic and Mar? Nah, mulai dari situ aku ngeyoutube nyari itu mini drama. Di situ Mariana Renata kurus banget dan sudah tak secantik dulu (menurutku sih). Pas diperhatikan wajahnya, ini benar Mariana Renata apa bukan? Pikirku. Wajahnya berubah gitu menurutku. Padahal pas dulu heboh iklan Lux (Tamara Blezinky, Dian Sastro, Luna Maya, dan Mariana Renata) Mariana Renata ini cantik banget.

Terus aku inget berita bahwa gara-gara Fachri Albar diputusin Marsha Timothy, akhirnya menikahi Renata Kusmanto. Setelah aku lihat-lihat wajah Renata Kusmanto ini, mirip dengan Mariana Renata. Nah dari sini nih makin bingung. Aku pikir ya Renata Kusmanto itu ya Mariana Renata. Jadi, ternyata Mariana Renata dan Renata Kusmanto itu saudara sepupu. Makanya mereka mirip.

Mariana Renata lahir di Paris, Perancis, 31 Desember 1983. Dia merupakan aktris dan model Indonesia kelahiran Perancis. Ayah Mariana Renata adalah orang Breton bernama Andre Dantec sementara ibunya Anita Kirana keturunan Jawa-Tionghoa-Italia. Lahir di Paris, ia pernah tinggal di Zimbabwe selama enam tahun sebelum kembali ke Paris selama setahun dan akhirnya ke Indonesia. Lulus SMA di Jakarta, ia meneruskan pendidikan ke Universitas Sorbonne, Paris, mengambil jurusan Sastra Bahasa Inggris. pada tahun 2009 Mariana telah menyelesaikan gelar masternya di Universitas New South Wales di Sydney, Australia.

Nah kalau Renata Kusmanto lahir di Klaten, Jawa Tengah, 7 November 1982. Dia adalah model dan pemeran Indonesia. Fachri Albar dan Renata Kusmanto resmi menikah pada Kamis 12 Juni 2014. Jadi, yang lahir duluan Renata Kusmanto

Aku baru bisa membedakan itu Mariana Renata dan Renata Kusmanto baru akhir-akhir ini saja. Senyum Renata Kusmanto lebih manis sih, hehe. Meski lebih tua Renata Kusmanto, tapi penampilan lebih awet muda Renata Kusmanto. Mariana Renata terlalu kurus menurutku.

Bisa dilihat kemiripannya dari foto-foto di bawah ini:Mariana Renata - zhorvans.netmariana renata - zhorvans.netmariana renata - zhorvans.netrenata kusmanto - zhorvans.netrenata kusmanto - zhorvans.net

Dan sudah beredar Video klipnya dari Naif yang berjudul Karena Kamu Cuma Satu yang dibintangi oleh Renata Kusmanto. Di klip tersebut, Renata terlihat sangat-sangat apalah-apalah yah!

Kemudian ada juga Video klipnya Ari Lasso yang judulnya Lirih………..

Lihat cuplikan videonya yuu…

Naif – Karena Kamu Cuma Satu lyrics:

Kau yang paling setia, kau yang teristimewa
Kau yang aku cinta, cuma engkau saja
Dari semua pria aku yang juara
Dari semua wanita kau yang paling sejiwa

Denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
Akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka
Denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
Janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku

Kau satu-satunya dan tak ada dua
Apalagi tiga, cuma engkau saja
Denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
Akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka

Denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
Janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku
Kau satu-satunya dan tak ada dua
Apalagi tiga, cuma engkau saja

Dari semua pria aku yang juara aku yang juara
Dari semua wanita kau yang paling sejiwa
Denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
Akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka

Denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
Janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku
Untukku, untukku, untukku, untukku……..

Ari Lasso – Lirih lyrics:

Kesunyian ini lirihku bernyanyi
Lagu indah untukmu
Aku bernyanyi

Engkaulah cintaku
Cinta dalam hidupku
Bersama rembulan

Aku menangis mengenangmu
Sgala tentangmu ooh…
Ku memanggilmu dalam hati lirih

Engkaulah hidupku
Hidup dan matiku
Tanpa dirimu

Aku menangis mengenangmu
Sgala tentangmu ooh…
Ku memanggilmu dalam hatiku…

Aku bernyanyi mengenangmu
Sgala tentangmu ooh..
Ku memanggilmu dalam hati lirih
Ku memanggilmu dalam hati lirih
Ku kenang dirimu…

Naaah, itulah rubrik dari Dua Bersaudara Mariana Renata dan Renata Kusmanto yang telah aku hadirkan di blog ini, semoga tidak bingung lagi yah membedakan Mariana Renata dan Renata Kusmanto.


  • 0
Turing dengan KRL - zhorvans.net

Cerita Turing Sinting dengan Kereta Api

Turing Sinting

zhorvans.net – Walaupun tinggal di Jabodetabek, tapi saya sangat jarang atau bahkan bisa dibilang belom pernah melakukan perjalanan menggunakan kereta api commuter yang lagi ngetrend . Nah beberapa hari yang lalu ada kesempatan buat melakukan hal tersebut, saat temen menginap di rumah, ga sengaja tercetus untuk melakukan turing sinting dengan kereta api.

Berbekal informasi dari google, maka didapatlah rencana perjalanan turing sinting ini menggunakan kereta api menuju Bogor dengan tujuan Kebun Raya. Saya ambil tujuan Bogor, karena merupakan tujuan atau rute terjauh dari kereta api dari stasiun di mana saya tinggal.

Peta Rute KRL Terbaru - zhorvans.net

Peta Rute KRL Terbaru – zhorvans.net

Sampai stasiun keberangkatan, ternyata saya dihadapkan pada sebuah loket di mana harus membeli tiket tujuan akhir dari kereta. Setelah tanya-tanya ke petugasnya, saya masih beruntung punya kartu Plazz BCA, jadi tidak usah antri beli tiket/kartu tanda masuk stasiun. Tapi syaratnya saldo minimum setelah terpotong harga tiket masuk adalah 11rb, kalau kurang dari 11rb, maka kena denda. Saya kurang mengerti berapa besaran dendanya. Pokoknya yang ada di tujuan saya adalah turing sintinglah…. 😉

Akhirnya setelah masuk stasiun dan bisa berangkat turing sinting ini dengan kereta api, maka anda jangan lupa untuk menghafalkan peta, atau tanya-tanya di stasiun mana saja tempat transit kereta untuk melanjutkan perjalanan hingga sampai tempat tujuan.

Sebenarnya perjalanan menggunakan kereta api commuter untuk tujuan Jabodetabek, tidak jauh beda dengan menggunakan Trans Jakarta, yang membedakannya adalah harga tiket yang lebih murah dan kenyamanan. Beda banget dengan jaman dulu, kini menggunakan kereta api jauh lebih nyaman dan aman, karena di setiap gerbong dijaga oleh security yang setiap saat mondar-mandir.

Tidak berapa lama, akhirnya sampai juga di stasiun tujuan. Dari Stasiun Tangerang menuju Stasiun Bogor memakan waktu tempuh kurang lebih 2,5 jam dengan biaya sebesar 7rb rupiah, saya mengambil rute stasiun Tangerang-Duri-Bogor. Tapi kalau beli tiket di loket stasiun keberangkatan harganya 17rb dan nanti setelah tiba di stasiun tujuan Bogor, akan dikembalikan 10rb dengan menukarkan tiket yang dibeli tadi.

Turing dengan KRL - zhorvans.net

Turing dengan KRL – zhorvans.net

Kesampaian juga melakukan turing sinting ini dengan menggunakan kereta api, dan bisa pose di depan Istana Bogor. Perjalanan pulangnya saya coba untuk mengelilingi stasiun dengan rute berbeda dari keberangkatan, yaitu Bogor-Jakarta Kota-Kampung Bandan-Duri-Tangerang.

Walaupun mengambil rute banyak, tapi harga tetep sama. Oleh-oleh dari perjalanan turing sinting ini adalah pengalaman dan pegal-pegal pada tumit kaki,,, hahahaha….. karena ini adalah #MyTripMyJihad


  • 0
SSL Gratis - zhorvans.net

Sertifikat SSL Gratis 3 Tahun dari WoSign

Category : Email , Info , Journey , Real , Share

ssl zhorvans.net

ssl zhorvans.net

zhorvans.net – Menggunakan sertifikat SSL sangat penting dan bermanfaat untuk situs yang anda kelola. Terutama buat situs toko online yang menggunakan transaksi secara online. Dengan adanya Sertifikat SSL, semua kegiatan pertukaran data pribadi akan dienkripsi oleh sertifikat tersebut.

Tadinya saya mau menggunakan SSL gratis dari Cloudflare, tapi setelah ditunggu selama hampir 1 hari, belum juga terverifikasi. Lalu saya mencoba Kloudsec yang lebih gampang daftar dan settingnya dari pada Cloudflare, tapi masih ada juga yang bermasalah, malahan DNS-nya bentrok dengan Cloudflare. Dan akhirnya saya mencoba SSL gratis selama 3 tahun dari WoSign dan ternyata berhasil dan ngga pake ribet prosesnya.

Berikut ini saya akan share cara memasang Sertifikat SSL gratis di website, yaitu menggunakan Sertifikat SSL gratis dari Wosign, penyedia Sertifikat SSL dari China. Mungkin anda akan mendapatkan website Wosign menggunakan bahasa china, untuk itu silahkan memilih tombol bahasa dan pilih bahasa inggris agar anda lebih mudah mengerti. Atau anda bisa menerjemahkannya secara manual menggunakan Google Translate.

Berikut langkah-langkah untuk menginstall Sertifikat SSL Wosign:

Pertama silahkan buka website wosign atau anda bisa langsung menuju link order sertifikat gratis wosign di: https://buy.wosign.com/free/ Pada kolom text areanya silahkan masukkan nama domain anda.

Period: pilih terserah mau 1 tahun (saya pilih 3 tahun) ;)….. Language atau bahasa pilih English aja, biar lebih mudah dimengerti. Algorithm: pilih SHA2.

Step terakhir masukkan email dan password yang akan digunakan sebagai login ke akun anda nantinya. Setelah itu submit request anda dan tunggu beberapa saat dan anda akan menerima email konfirmasi dari wosign.

ssl zhorvans.net

ssl gratis WoSign – zhorvans.net

Nah, sampai disini anda sudah menyelesaikan tahap pertama. Selanjutnya anda harus memverifikasi kepemilikan domain. Agar anda bisa mendownload sertifikat anda, anda harus men-submit sebuah CSR (Code Signing Request).

Setelah memverifikasi kepemilikan domain, anda bisa membuat file CSR menggunakan tool yang disediakan di situs Wosign. Opsional, anda juga masih bisa membuat CSR melalui cPanl hosting. Untuk membuat CSR menggunakan tool di web Wosign, anda harus memasukkan sebuah password dengan panjang minimal 12-16 karakter. Password tersebut akan anda gunakan untuk mengekstrak file zip sertifikat ssl ke komputer anda.

Jika langkah-langkah di atas sudah anda lakukan, berarti anda tinggal menunggu email pemberitahuan dari Wosign untuk mendownload Sertifikat SSL anda.

Setelah download Sertifikat SSL, simpan di PC untuk diupload di hosting milik anda…… tadaaaa……

SSL Gratis - zhorvans.net

SSL Gratis – zhorvans.net

Selamat!! Kini anda berhasil meningkatkan keamanan untuk situs web anda. Lumayan kan? 3 tahun loh! 😉


  • 0
Candi Borobudur - zhorvans.net

Exploring Jogjakarta

Exploring Jogjakarta

zhorvans.net – Exploring Jogjakarta kali ini bersama 3 rekan saya, dalam rangka meeting kerjaan di salah satu Mal terkemuka di Jogjakarta. Berangkat dari terminal 2F bandara SHIA dengan menggunakan GA-230 pesawat jam 10.15, tapi saya sudah sampai di terminal jam 8 pagi, maklum, jarak antara rumah ke bandara cuma 15 menit, makanya ga terlalu lama nyampenya. Tapi 2 rekan saya itu masih kena macet di tol, sehingga baru dateng jam 9.40,,, jelas ngaret banget. Untungnya sebelum pergi, saya sudah melakukan check-in via online, jadi ga terlalu ribet.

Tiba di Jogja sekitar jam 11-an, sedikit lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Di bandara Jogja, kami ngetem dulu di restaurant yang berada di bandara Jogja untuk melepaskan lelah hanya sekedar ngopi dan sekaligus makan siang.

Plaza Ambarrukmo

Lanjut perjalanan, langsung menuju tempat meeting yang memang sudah ditunggu. Dalam perjalananpun, saya sudah melakukan kontak dengan pihak penyelenggara. Setelah sampai di tempat tujuan yaitu tempat meeting, saya dan rekan menunggu di ruangan yang telah disediakan.

Ambarrukmo Plaza - zhorvans.net

Ruang Management Office Ambarrukmo Plaza

Meetingnya berjalan cukup lama, membahas beberapa point masalah kerja sama. Selanjutnya dari tempat meeting rencananya mau langsung pulang, tapi rekan yang lain malah ngajakin untuk jalan-jalan keliling Jogjakarta.

Malioboro

Tujuan pertama yaitu Malioboro, tapi sebelum menuju Malioboro, kami merencanakan untuk mencari penginapan yang terdekat dengan lokasi tersebut. Maka dipilihlah hotel NEO Malioboro by Aston yang letaknya persis depan stasiun Tugu Jogjakarta.

Neo Hotel Malioboro - zhorvans.net

Neo Hotel Malioboro – zhorvans.net

Review tentang Neo Hotel Malioboro Jogja ini cukup baik, dapat point 9,5 lah, tempatnya cukup nyaman, bersih dan banyak bule yang menginap di hotel ini. Tapi untuk siaran tv-nya tidak begitu jernih, sehingga jangan mengharapkan untuk betah di kamar.

Setelah booking kamar, sejenak untuk istirahat guna mengumpulkan tenaga buat nanti malam keliling Malioboro dengan berjalan kaki. Jarak Malioboro dengan hotel Neo sekitar 100 meter, jadi ga perlu lama untuk sampai ke tempat kuliner di Malioboro.

Ternyata rencana wisata kuliner di Malioboro sedikit mengalami kegagalan, pasalnya yang berjualan makanan lesehan belum banyak yang buka, karena kami waktu itu jalannya jam 21.30, padahal warung-warung lesehan bukanya sekitar jam 10 malam, jadi sempet kelelahan juga jalan kaki dari ujung ke ujung Malioboro.

Candi Borobudur

Di hari kedua Explore Jogjakarta rencananya mengunjungi Candi Borobudur dan Gunung Merapi. Berbekal informasi dari karyawan hotel, kami disarankan untuk menyewa kendaraan taxi untuk menuju tempat-tempat tersebut. Dan setelah check-out dari hotel Neo serta atas rekomendasi dari karyawan hotel tersebut berangkatlah kami dengan menyewa taxi wisata dengan harga 600rb/12 jam.

Destinasi pertama yang disarankan oleh driver adalah kawasan Candi Borobudur lalu ke Gunung Merapi, karena rutenya searah. Tanpa banyak tanya-taya maka berangkatlah menuju destinasi pertama.

Candi Borobudur - zhorvans.net

Kawasan Candi Borobudur

Yang dilihat di kawasan Candi Borobudur hanyalah pemandangan alam sekitar yang memang cantik luar biasa dan Candi Borobudur itu sendiri. Lalu kami melanjutkan perjalanan menuju Gunung Merapi, dalam perjalanan tersebut banyak cerita yang dipaparkan oleh sang pengemudi mengenai Gunung Merapi, diantaranya adalah Watu Gede di daerah Gempol Jogjakarta. Batu tersebut merupakan muntahan dari Gunung Merapi saat meletus pada tahun 2010 lalu. Batu itu menceritakan kesedihan mendalam bagi penduduk sekitar. Bahkan ada yang menuliskan di batu tersebut:

Watu Gede – tanggal 9 Januari 2011 tekan kene! Ngorak arek omah sedulurku. Njur opo karepmu?!

Watu Gede Jogjakarta - zhorvans.net

Watu Gede Jogjakarta – zhorvans.net

Gunung Merapi

Sekarang tibalah di Gunung Merapi. Wisata yang di tawarkan di Gunung Merapi adalah mengunjungi tempat-tempat bersejarah setelah meletusnya Gunung Merapi dengan menyewa mobil Jeep, yang sudah disediakan di kawasan tersebut. Di antaranya rumah-rumah penduduk di lereng sekitar Gunung Merapi, Batu Alien, Bunker tempat persembunyian, dan lain-lainnya.

Explore Gunung Merapi - zhorvans.net

Explore Gunung Merapi – zhorvans.net

Biaya sewa Jeep untuk explore Gunung Merapi bervariasi, tergantung paket yang diinginkan, ada yang 1 jam, 2 jam bahkan sampai 3 jam untuk explore semua kawasan di Gunung Merapi tersebut. Berhubung kami datangnya agak sore, jadi diambil paket yang 1 jam, yaitu hanya mengunjungi rumah penduduk, Batu Alien dan Bunker.

Setelah puas mengelilingi Gunung Merapi, kami kembali ditawarkan oleh pengemudi taxi kudapan khas Jogja yang terkenal yaitu sate tengkleng dan nama tempatnya yang terkenal di Jogja adalah Sate Samirono.

Sate Samirono Jogja - zhorvans.net

Sate Samirono Jogja – zhorvans.net

Sate Samirono Jogja - zhorvans.net

Sate Samirono Jogja – zhorvans.net

Harga makanan di Sate Samirono itu murah meriah, tempatnya terbuka dan menurut cerita pengemudi taxi, tempat ini sudah dibuka sebelum saya lahir dan sampe sekarang ramai pengunjungnya.

Setelah kenyang makan, rencana besok untuk explore Jogjakarta bagian Selatan gagal, karena mendadak ada meeting di Jakarta. Akhirnya malam ini kembali mencari tempat menginap di tengah kota Jogjakarta, yaitu pilihannya adalah hotel Grand Aston Jogjakarta.

Hotel Grand Aston Jogjakarta

Ternyata menginap di hotel bintang 5 sekelas Grand Aston Jogjakarta kali ini kurang menguntungkan, pasalnya air di kamar mandi terlihat keruh, bahkan tidak ada penutup antara shower dengan washtafel. Jadi kalo mandi, airnya bisa meluas kemana-mana 😉

Air keruh di hotel Grand Aston Jogja

Air kamar mandi keruh di hotel Grand Aston Jogja

Walaupun kran air sudah dibuka cukup lama, tetep aja masih kotor kaya gitu, apa lagi di wastafelnya. Terpaksa ga berani mandi sampe kepala, cukup badan aja yang dibersihkan. Setelah mandi, saya menuju Vanilla Sky Lounge yang berada di roof top Grand Aston Jogjakarta, untuk menikmati live music akustik dari The Journey yang terdiri dari 4 wanita cantik.

The Journey performance - zhorvans.net

The Journey performance at Vanilla Skylounge Grand Aston Jogjakarta – zhorvans.net

Vanilla Skylounge Grand aston Jogjakarta - zhorvans.net

Vanilla Skylounge Grand Aston Jogjakarta – zhorvans.net

Kembali ke Jakarta

Setelah bermalam di hotel Grand Aston Jogjakarta, saatnya saya untuk kembali ke Jakarta, karena ada panggilan meeting berikutnya di Jakarta. Sebelum kembali ke Jakarta, saya menghubungi driver taxi yang kemarin diajak muter-muter Jogja, dan ditawarkan untuk membeli buah tangan dari pabriknya, yaitu pusat pembuatan Bakpia Pathok 25 di Jogjakarta.

Pabrik Bakpia Pathok 25 Jogja - zhorvans.net

Pabrik Bakpia Pathok 25 Jogja – zhorvans.net

Harganya tidak jauh beda dengan yang dijajakan pada tempat di Jogja lainnya, namun perbedaannya hanyalah tempatnya saja dan bakpianya masih terasa panas, maklum katanya baru diangkat dari tempat pembuatan.

Mungkin baru kali ini sempet cerita review perjalanan dinas, padahal sebelum-sebelumnya banyak sekali tempat-tempat yang sudah dikunjungi tapi tidak diceritakan di sini. Yaah, sudahlah,,,, next bakalan cerita deh kalau sempet nulisnya.

Demikian cerita singkat mengenai Explore Jogjakarta yang saya lakukan kali ini, insya Alloh, ada hikmah yang didapat dari kisah di atas.

 


  • 0
Artikel tentang Islam

Artikel tentang Islam menjadi sorotan utama Amerika

Artikel tentang Islam

Artikel tentang Islam

zhorvans.net – Kurang lebih baru satu minggu yang lalu saya membuat blog berbasis blogspot tentang Artikel-artikel Islami yang berbahasa Indonesia dan baru mempunyai 45 artikel di dalamnya, namun setelah melihat review statistik pengunjung yang telah mampir di blog tersebut kebanyakan dari negara Amerika.

Mungkinkah dunia Islam saat ini sudah menjadi sorotan utama negara tersebut? Atau mungkin karena negara-negara yang mayoritas muslim sering kali menjadi korban tabrak lari intervensi yang dilakukan oleh negara-negara barat terutama pandangan Islam terhadap intervensi kemanusiaan dalam keilmuan Islam.

Contohnya saja ketika ada berita mengenai eksekusi hukuman cambuk terhadap para pelanggar hukum syariat di Aceh, sampai mendapat sorotan dari media Barat. Media online asal Inggris dailymail.co.uk, menulis serta mempublikasikan foto-foto hukuman cambuk di halaman masjid Baiturrahman, Banda Aceh itu.

Dalam artikelnya, Daily Mail menjelaskan secara rinci ketika Nur Elita (20) pingsan usai dia menjalani eksekusi hukuman cambuk pada Senin, 28 Desember 2015 lalu. Media tersebut mejelaskan Nur dan teman prianya bernama Wahyudi Saputra (23) dapat hukuman karena dianggap berbuat mesum atau khalwat.

Menurut Walikota Banda Aceh, bahwa hukuman ini sebagai pelajaran dan apa yang diperbuat terpidana tidak perlu ditiru. “Saya harap hukuman cambuk ini yang terakhir dilakukan,” katanya.

Banda Aceh adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan hukum syariat Islam. Hukum ini pertama kali diterapkan pada 2003 setelah Aceh mendapat status otonomi khusus dari Pemerintah Indonesia.

Apalagi saat ini telah marak berita mengenai teroris yang tidak bertanggung jawab, yang masih berkeliaran dengan bebas, maka saya fikir benarlah apa adanya, bahwa dunia Islam, terutama Indonesia yang berpenduduk muslim terbanyak di dunia akan menjadi perhatian dari negara barat.

Kembali ke blog saya tadi, saat ini sudah menjadi kegemaran saya dalam menulis artikel tentang Islami, sampai web zhorvans.net ini terabaikan begitu lama. Blog tersebut bertemakan I’adah – Repost Islami, yang sengaja saya rangkum untuk menyegarkan kembali pengetahuan tentang Islam dari berbagai sumber, agar saya senantiasa merenungkan pengetahuan tentang islam, gunanya sebagai nasehat untuk diri sendiri, karena dengan merenung kita akan mengenali diri sendiri.

Instropeksi dengan kesalahan-kesalahan kita itu sangat diperlukan, dengan kita mengoreksi apa yang menjadi kekurangan kita selama ini tentunya kita akan menjadi manusia yang lebih bijak dan sadar diri.

Sesungguhnya nasihat itu diperuntukkan bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi Rasul-Nya, dan bagi kaum mukminin. Nasihat adalah perkara yang sangat agung bagi setiap muslim. Bahkan, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjadikannya sebagai pokok ajaran agama, ketika Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Agama itu adalah nasihat.“ Kami berkata: “Kepada siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi Rasul-Nya, dan para imam kaum Muslimin serta segenap kaum Muslimin.

Selamat nge-blog yah, junjung terus nilai-nilai agama Islam sebagai nasihat dan jangan dijadikan untuk kemudharatan. Semoga bermanfaat.


  • 0

Sholat Sunnah Rawatib

sholat rawatib - zhorvans

sholat rawatib

Tuntunan Shalat Sunnah Rawatib ini sengaja saya repost kembali, karena untuk mengingatkan saja karena Shalat Sunnah Rawatib itu adalah ibadah sunnah di dalam ibadah sholat yang paling utama yaitu sunnah rawatib. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa mengerjakannya dan tidak pernah sekalipun meninggalkannya dalam keadaan mukim (tidak bepergian jauh).

Sesungguhnya diantara hikmah dan rahmat Allah atas hambanya adalah disyariatkannya At-tathowwu’ (ibadah tambahan). Dan dijadikan pada ibadah wajib diiringi dengan adanya at-tathowwu’ dari jenis ibadah yang serupa. Hal itu dikarenakan untuk melengkapi kekurangan yang terdapat pada ibadah wajib.

Dan sesungguhnya at-tathowwu’ (ibadah sunnah) di dalam ibadah sholat yang paling utama adalah sunnah rawatib. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa mengerjakannya dan tidak pernah sekalipun meninggalkannya dalam keadaan mukim (tidak bepergian jauh).

Mengingat pentingnya ibadah ini, serta dikerjakannya secara berulang-ulang sebagaimana sholat fardhu, sehingga saya ingin menjelaskan sebagian dari hukum-hukum sholat rawatib secara ringkas:

1. Keutamaan Sholat Rawatib

Ummu Habibah radiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang keutamaan sholat sunnah rawatib, dia berkata: saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang sholat dua belas rakaat pada siang dan malam, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga“. Ummu Habibah berkata: saya tidak pernah meninggalkan sholat sunnah rawatib semenjak mendengar hadits tersebut. ‘Anbasah berkata: Maka saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari Ummu Habibah. ‘Amru bin Aus berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari ‘Ansabah. An-Nu’am bin Salim berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari ‘Amru bin Aus. (HR. Muslim no. 728).

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang sholat sunnah rawatib sebelum (qobliyah) shubuh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya“. Dalam riwayat yang lain, “Dua raka’at sebelum shubuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya” (HR. Muslim no. 725)

Adapun sholat sunnah sebelum shubuh ini merupakan yang paling utama di antara sholat sunnah rawatib dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya baik ketika mukim (tidak berpegian) maupun dalam keadaan safar.

Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan tentang keutamaan rawatib dzuhur, dia berkata: saya mendengar rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menjaga (sholat) empat rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah haramkan baginya api neraka“. (HR. Ahmad 6/325, Abu Dawud no. 1269, At-Tarmidzi no. 428, An-Nasa’i no. 1814, Ibnu Majah no. 1160).

2. Jumlah Sholat Sunnah Rawatib

Hadits Ummu Habibah di atas menjelaskan bahwa jumlah sholat rawatib ada 12 rakaat dan penjelasan hadits 12 rakaat ini diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dan An-Nasa’i, dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada sholat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum dzuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah ‘isya, dan dua rakaat sebelum subuh“. (HR. At-Tarmidzi no. 414, An-Nasa’i no. 1794).

3. Surat yang Dibaca pada Sholat Rawatib Qobliyah Subuh

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada sholat sunnah sebelum subuh membaca surat Al Kaafirun (قل يا أيها الكافرون) dan surat Al Ikhlas (قل هو الله أحد).”  (HR. Muslim no. 726).

Dan dari Sa’id bin Yasar, bahwasannya Ibnu Abbas mengkhabarkan kepadanya: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada sholat sunnah sebelum subuh dirakaat pertamanya membaca: (قولوا آمنا بالله وما أنزل إلينا) (QS. Al-Baqarah: 136), dan dirakaat keduanya membaca: (آمنا بالله واشهد بأنا مسلمون) (QS. Ali Imron: 52). (HR. Muslim no. 727).

4. Surat yang Dibaca pada Sholat Rawatib Ba’diyah Maghrib

Dari Ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anha, dia berkata: Saya sering mendengar Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau membaca surat pada sholat sunnah sesudah maghrib:” surat Al Kafirun (قل يا أيها الكافرون) dan surat Al Ikhlas (قل هو الله أحد). (HR. At-Tarmidzi no. 431, berkata Al-Albani: derajat hadits ini hasan shohih, Ibnu Majah no. 1166).

5. Apakah Sholat Rawatib 4 Rakaat Qobiyah Dzuhur Dikerjakan dengan Sekali Salam atau Dua Kali Salam?

As-Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah berkata: “Sunnah Rawatib terdapat di dalamnya salam, seseorang yang sholat rawatib empat rakaat maka dengan dua salam bukan satu salam, karena sesungguhnya nabi bersabda: “Sholat (sunnah) di waktu malam dan siang dikerjakan dua rakaat salam dua rakaat salam”. (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Al-Utsaimin 14/288)

6. Apakah Pada Sholat Ashar Terdapat Rawatib?

As-Syaikh Muammad bin Utsaimin rahimahullah berkata, “Tidak ada sunnah rawatib sebelum dan sesudah sholat ashar, namun disunnahkan sholat mutlak sebelum sholat ashar”. (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Al-Utsaimin 14/343).

7. Sholat Rawatib Qobliyah Jum’at

As-Syaikh Abdul ‘Azis bin Baz rahimahullah berkata: “Tidak ada sunnah rawatib sebelum sholat jum’at berdasarkan pendapat yang terkuat di antara dua pendapat ulama’. Akan tetapi disyari’atkan bagi kaum muslimin yang masuk masjid agar mengerjakan sholat beberapa rakaat semampunya” (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Bin Baz 12/386&387).

8. Sholat Rawatib Ba’diyah Jum’at

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian mengerjakan sholat jum’at, maka sholatlah sesudahnya empat rakaat“. (HR. Muslim no. 881).

As-Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata, “Adapun sesudah sholat jum’at, maka terdapat sunnah rawatib sekurang-kurangnya dua rakaat dan maksimum empat rakaat” (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Bin Baz 13/387).

9. Sholat Rawatib Dalam Keadaan Safar

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Rasulullah shallallahu a’laihi wa sallam didalam safar senantiasa mengerjakan sholat sunnah rawatib sebelum shubuh dan sholat sunnah witir dikarenakan dua sholat sunnah ini merupakan yang paling utama di antara sholat sunnah, dan tidak ada riwayat bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan sholat sunnah selain keduanya”. (Zaadul Ma’ad 1/315).

As-Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata: “Disyariatkan ketika safar meninggalkan sholat rawatib kecuali sholat witir dan rawatib sebelum subuh”. (Majmu’ Fatawa 11/390).

10. Tempat Mengerjakan Sholat Rawatib

Dari Ibnu Umar radiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Lakukanlah di rumah-rumah kalian dari sholat-sholat dan jangan jadikan rumah kalian bagai kuburan“. (HR. Bukhori no. 1187, Muslim no. 777).

As-Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah berkata: “Sudah seyogyanya bagi seseorang untuk mengerjakan sholat rawatib di rumahnya…. meskipun di Mekkah dan Madinah sekalipun maka lebih utama dikerjakan dirumah dari pada di masjid Al-Haram maupun masjid An-Nabawi; karena saat Nabi shallallahu a’alihi wasallam bersabda sementara beliau berada di Madinah….. Ironisnya manusia sekarang lebih mengutamakan melakukan sholat sunnah rawatib di masjidil haram, dan ini termasuk bagian dari kebodohan”. (Syarh Riyadhus Sholihin, 3/295).

11. Waktu Mengerjakan Sholat Rawatib

Ibnu Qudamah berkata: “Setiap sunnah rawatib qobliyah maka waktunya dimulai dari masuknya waktu sholat fardhu hingga sholat fardhu dikerjakan, dan sholat rawatib ba’diyah maka waktunya dimulai dari selesainya sholat fardhu hingga berakhirnya waktu sholat fardhu tersebut “. (Al-Mughni 2/544).

12. Mengganti (mengqodho’) Sholat Rawatib

Dari Anas radiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang lupa akan sholatnya maka sholatlah ketika dia ingat, tidak ada tebusan kecuali hal itu“. (HR. Bukhori no. 597, Muslim no. 680).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Dan hadits ini meliputi sholat fardhu, sholat malam, witir, dan sunnah rawatib”. (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah, 23/90).

13. Mengqodho’ Sholat Rawatib Di Waktu yang Terlarang

Ibnu Qoyyim berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meng-qodho’ sholat ba’diyah dzuhur setelah ashar, dan terkadang melakukannya terus-menerus, karena apabila beliau melakukan amalan selalu melanggengkannya. Hukum mengqodho’ diwaktu-waktu terlarang bersifat umum bagi nabi dan umatnya, adapun dilakukan terus-menerus pada waktu terlarang merupakan kekhususan nabi”. (Zaadul Ma’ad  1/308).

14. Waktu Mengqodho’ Sholat Rawatib Sebelum Subuh

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang belum mengerjakan dua rakaat sebelum sholat subuh, maka sholatlah setelah matahari terbit“. (At-Tirmdzi 423, dan dishahihkan oleh Al-albani).

Dan dari Muhammad bin Ibrahim dari kakeknya Qois, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar rumah mendatangi sholat kemudian qomat ditegakkan dan sholat subuh dikerjakan hingga selesai, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berpaling menghadap ma’mum, maka beliau mendapati saya sedang mengerjakan sholat, lalu bersabda: “Sebentar wahai Qois apakah ada sholat subuh dua kali?“. Maka saya berkata: Wahai rasulullah sungguh saya belum mengerjakan sholat sebelum subuh, Tasulullah bersabda: “Maka tidak mengapa“. (HR. At-Tirmidzi). Adapun pada Abu Dawud dengan lafadz: “Maka rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diam (terhadap yang dilakukan Qois)”. (HR. At-tirmidzi no. 422, Abu Dawud no. 1267, dan Al-Albani menshahihkannya).

As-Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah berkata: “Barangsiapa yang masuk masjid mendapatkan jama’ah sedang sholat subuh, maka sholatlah bersama mereka. Baginya dapat mengerjakan sholat dua rakaat sebelum subuh setelah selesai sholat subuh, tetapi yang lebih utama adalah mengakhirkan sampai matahari naik setinggi tombak” (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Muhammad bin Ibrahim 2/259 dan 260).

15. Jika Sholat Subuh Bersama Jama’ah Terlewatkan, Apakah Mengerjakan Sholat Rawatib Terlebih Dahulu atau Sholat Subuh?

As-Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah berkata: “Sholat rawatib didahulukan atas sholat fardhu (subuh), karena sholat rawatib qobliyah subuh itu sebelum sholat subuh, meskipun orang-orang telah keluar selesai sholat berjama’ah dari masjid” (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsatimin 14/298).

16. Pengurutan Ketika Mengqodho’

As-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata: “Apabila didalam sholat itu terdapat rawatib qobliyah dan ba’diyah, dan sholat rawatib qobliyahnya terlewatkan, maka yang dikerjakan lebih dahulu adalah ba’diyah kemudian qobliyah, contoh: Seseorang masuk masjid yang belum mengerjakan sholat rawatib qobliyah mendapati imam sedang mengerjakan sholat dzuhur, maka apabila sholat dzuhur telah selesai, yang pertamakali dikerjakan adalah sholat rawatib ba’diyah dua rakaat, kemudian empat rakaat qobliyah”. (Syarh Riyadhus Sholihin, 3/283).

17. Mengqodho’ Sholat Rawatib yang Banyak Terlewatkan

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Diperbolehkan mengqodho’ sholat rawatib dan selainnya, karena merupakan sholat sunnah yang sangat dianjurkan (muakkadah)… kemudian jika sholat yang terlewatkan sangat banyak, maka yang utama adalah mencukupkan diri mengerjakan yang wajib (fardhu), karena mendahulukan untuk menghilangkan dosa adalah perkara yang utama, sebagaimana “Ketika Rasulullah mengerjakan empat sholat fardhu yang tertinggal pada perang Khondaq, beliau mengqodho’nya secara berturut-turut”. Dan tidak ada riwayat bahwasannya Rasulullah mengerjakan sholat rawatib diantara sholat-sholat fardhu tersebut.…. Dan jika hanya satu atau dua sholat yang terlewatkan, maka yang utama adalah mengerjakan semuanya sebagaimana perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada saat sholat subuh terlewatkan, maka beliau mengqodho’nya bersama sholat rawatib”. (Syarh Al-‘Umdah, hal. 238).

18. Menggabungkan Sholat-sholat Rawatib, Tahiyatul Masjid, dan Sunnah Wudhu’

As-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah berkata: “Apabila seseorang masuk masjid diwaktu sholat rawatib, maka ia bisa mengerjakan sholat dua rakaat dengan niat sholat rawatib dan tahiyatul masjid, dengan demikian tertunailah dengan mendapatkan keutamaan keduanya. Dan demikian juga sholat sunnah wudhu’ bisa digabungkan dengan keduanya (sholat rawatib dan tahiyatul masjid), atau digabungkan dengan salah satu dari keduanya”. (Al-Qawaid Wal-Ushul Al-Jami’ah, hal. 75).

19. Menggabungkan Sholat Sebelum Subuh dan Sholat Duha Pada Waktu Dhuha

As-Syaikh Muhammad Bin Utsaimin rahimahullah berkata: “Seseorang yang sholat qobliyah subuhnya terlewatkan sampai matahari terbit, dan waktu sholat dhuha tiba. Maka pada keadaan ini, sholat rawatib subuh tidak terhitung sebagai sholat dhuha, dan sholat dhuha juga tidak terhitung sebagai sholat rawatib subuh, dan tidak boleh juga menggabungkan keduanya dalam satu niat. Karena sholat dhuha itu tersendiri dan sholat rawatib subuh pun juga demikian, sehingga tidaklah salah satu dari keduanya terhitung (dianggap) sebagai yang lainnya. (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, 20/13).

20. Menggabungkan Sholat Rawatib dengan Sholat Istikharah

Dari Jabir bin Abdullah radiyallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kami sholat istikhorah ketika menghadapi permasalahan sebagaimana mengajarkan kami surat-surat dari Al-Qur’an”, kemudian beliau bersabda: “Apabila seseorang dari kalian mendapatkan permasalahan, maka sholatlah dua rakaat dari selain sholat fardhu…” (HR. Bukhori no. 1166).

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Jika seseorang berniat sholat rawatib tertentu digabungkan dengan sholat istikhorah maka terhitung sebagai pahala (boleh), tetapi berbeda jika tidak diniatkan”. (Fathul Bari 11/189).

21. Sholat Rawatib Ketika Iqomah Sholat Fardhu Telah Dikumandangkan

Dari Abu Huroiroh radiyallahu ‘anhu, dari nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila iqomah sholat telah ditegakkan maka tidak ada sholat kecuali sholat fardhu“. (HR. Muslim bi As-syarh An-Nawawi 5/222).

An-Nawawi berkata: “Hadits ini terdapat larangan yang jelas dari mengerjakan sholat sunnah setelah iqomah sholat dikumandangkan sekalipun sholat rawatib seperti rawatib subuh, dzuhur, ashar dan selainnya” (Al-Majmu’ 3/378).

22. Memutus Sholat Rawatib Ketika Sholat Fardhu ditegakkan

As-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: “Apabila sholat telah ditegakkan dan ada sebagian jama’ah sedang melaksanakan sholat tahiyatul masjid atau sholat rawatib, maka disyari’atkan baginya untuk memutus sholatnya dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat fardhu, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Apabila iqomah sholat telah ditegakkan maka tidak ada sholat kecuali sholat fardhu..“, akan tetapi seandainya sholat telah ditegakkan dan seseorang sedang berada pada posisi rukuk dirakaat yang kedua, maka tidak ada halangan bagi dia untuk menyelesaikan sholatnya. Karena sholatnya segera berakhir pada saat sholat fardhu baru terlaksana kurang dari satu rakaat”. (Majmu’ Fatawa 11/392 dan 393).

23. Apabila Mengetahui Sholat Fardhu Akan Segera Ditegakkan, Apakah Disyari’atkan Mengerjakan Sholat Rawatib?

As-Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Sudah seharusnya (mengenai hal ini) dikatakan: “Sesungguhnya tidak dianjurkan mengerjakan sholat rawatib diatas keyakinan yang kuat bahwasannya sholat fardhu akan terlewatkan dengan mengerjakannya. Bahkan meninggalkannya (sholat rawatib) karena mengetahui akan ditegakkan sholat bersama imam dan menjawab adzan (iqomah) adalah perkara yang disyari’atkan. Karena menjaga sholat fardhu dengan waktu-waktunya lebih utama daripada sholat sunnah rawatib yang bisa dimungkinkan untuk diqodho’”. (Syarh Al-‘Umdah, hal. 609).

24. Mengangkat Kedua Tangan Untuk Berdo’a Setelah Menunaikan Sholat Rawatib

As-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: “Sholat Rawatib: Saya tidak mengetahui adanya larangan dari mengangkat kedua tangan setelah mengerjakannya untuk berdo’a, dikarenakan beramal dengan keumuman dalil (akan disyari’atkan mengangkat tangan ketika berdo’a). Akan tetapi lebih utama untuk tidak melakukannya terus-menerus dalam hal itu (mengangkat tangan), karena tidaklah ada riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan demikian, seandainya beliau melakukannya setiap selesai sholat rawatib pasti akan ada riwayat yang dinisbahkan kepada beliau. Padahal para sahabat meriwayatkan seluruh perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan rasulullah baik ketika safar maupun tidak. Bahkan seluruh kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat radiyallahu ‘anhum tersampaikan”. (Arkanul Islam, hal. 171).

25. Kapan Sholat Rawatib Ketika Sholat Fardhu DiJama’?

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Sholat rawatib dikerjakan setelah kedua sholat fardhu dijama’ dan tidak boleh dilakukan di antara keduanya. Dan demikian juga sholat rawatib qobliyah dzuhur dikerjakan sebelum kedua sholat fardhu dijama’”. (Shahih Muslim Bi Syarh An-Nawawi, 9/31).

26. Apakah Mengerjakan Sholat Rawatib Atau Mendengarkan Nasihat?

Dewan Tetap untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa Saudi: “Disyariatkan bagi kaum muslimin jika mendapatkan nasihat (kultum) setelah sholat fardhu hendaknya mendengarkannya, kemudian setelahnya ia mengerjakan sholat rawatib seperti ba’diyah dzuhur, maghbrib dan ‘isya” (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah LilBuhuts Al-‘Alamiyah Wal-Ifta’, 7/234).

27. Mendahulukan Menyempurnakan Dzikir-dzikir setelah Sholat Fardhu Sebelum Menunaikan Sholat Rawatib

As-Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah ditanya: “Apabila saya mengerjakan sholat jenazah setelah maghrib, apakah saya langsung mengerjakan sholat rawatib setelah selesai sholat jenazah ataukah menyempurnakan dzikir-dzikir kemudian sholat rawatib?

Jawaban beliau rahimahullah: “Yang lebih utama adalah duduk untuk menyempurnakan dzikir-dzikir kemudian menunaikan sholat rawatib. Maka perkara ini disyariatkan baik ada atau tidaknya sholat jenazah. Maka dzikir-dzikir yang ada setelah sholat fardhu merupakan sunnah yang selayaknya untuk dijaga dan tidak sepantasnya ditinggalkan. Maka jika anda memutus dzikir tersebut karena menunaikan sholat jenazah, maka setelah itu hendaknya menyempurnakan dzikirnya ditempat anda berada, kemudian mengerjakan sholat rawatib yaitu sholat ba’diyah. Hal ini mencakup rawatib ba’diyah dzuhur, maghrib maupun ‘isya dengan mengakhirkan sholat rawatib setelah berdzikir”. (Al-Qoul Al-Mubin fii Ma’rifati Ma Yahummu Al-Mushollin, hal. 471).

28. Tersibukkan Dengan Memuliakan Tamu Dari Meninggalkan Sholat Rawatib

As-Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah berkata: “Pada dasarnya seseorang terkadang mengerjakan amal yang kurang afdhol (utama) kemudian melakukan yang lebih afdhol (yang semestinya didahulukan) dengan adanya sebab. Maka seandainya seseorang tersibukkan dengan memuliakan tamu di saat adanya sholat rawatib, maka memuliakan tamu didahulukan daripada mengerjakan sholat rawatib”. (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin 16/176).

29. Sholatnya Seorang Pekerja Setelah Sholat Fardhu dengan Rawatib Maupun Sholat Sunnah lainnya

As-Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah berkata: “Adapun sholat sunnah setelah sholat fardhu yang bukan rawatib maka tidak boleh. Karena waktu yang digunakan saat itu merupakan bagian dari waktu kerja semisal aqad menyewa dan pekerjaan lain. Adapun melakukan sholat rawatib (ba’da sholat fardhu), maka tidak mengapa. Karena itu merupakan hal yang biasa dilakukan dan masih dimaklumi (dibolehkan) oleh atasannya”.

30. Apakah Meninggalkan Sholat Rawatib Termasuk Bentuk Kefasikan?

As-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: “Perkataan sebagian ulama’: (Sesungguhnya meninggalkan sholat rawatib termasuk fasiq), merupakan perkataan yang kurang baik, bahkan tidak benar. Karena sholat rawatib itu adalah nafilah (sunnah). Maka barangsiapa yang menjaga sholat fardhu dan meninggalkan maksiat tidaklah dikatakan fasik bahkan dia adalah seorang mukmin yang baik lagi adil. Dan demikian juga sebagian perkataan fuqoha’: (Sesungguhnya menjaga sholat rawatib merupakan bagian dari syarat adil dalam persaksian), maka ini adalah perkataan yang lemah. Karena setiap orang yang menjaga sholat fardhu dan meninggalkan maksiat maka ia adalah orang yang adil lagi tsiqoh. Akan tetapi dari sifat seorang mukmin yang sempurna selayaknya bersegera (bersemangat) untuk mengerjakan sholat rawatib dan perkara-perkara baik lainnya yang sangat banyak dan berlomba-lomba untuk mengerjakannya”. (Majmu’ Fatawa 11/382).

(Yang dimaksud adalah artikel tersebut: http://fdawj.atspace.org/awwb/th2/14.htm (pen.))

Faedah:
Ibmu Qoyyim rahimahullah berkata: “Terdapat kumpulan sholat-sholat dari tuntunan nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sehari semalam sebanyak 40 rakaat, yaitu dengan menjaga 17 rakaat dari sholat fardhu, 10 rakaat atau 12 rakaat dari sholat rawatib, 11 rakaat atau 13 rakaat sholat malam, maka keseluruhannya adalah 40 rakaat. Adapun tambahan sholat selain yang tersebutkan bukanlah sholat rawatib….. maka sudah seharusnyalah bagi seorang hamba untuk senantiasa menegakkan terus-menerus tuntunan ini selamanya hingga menjumpai ajal (maut). Sehingga adakah yang lebih cepat terkabulkannya do’a dan tersegeranya dibukakan pintu bagi orang yang mengetuk sehari semalam sebanyak 40 kali? Allah-lah tempat meminta pertolongan”. (Zadul Ma’ad 1/327).

Demikian ringkasan serta perkara Sholat Rawatib yang saya posting kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Sholawat serta salam kepada nabi kita muhammad shallalllahu ‘alaihi wasallam dan keluarganya serta para sahabatnya. Amiin

sumber: www.muslim.or.id


Archives

Categories