Pangeran dan anak kecil di tepi sungai

  • 0

Pangeran dan anak kecil di tepi sungai

Tags :

Category : Journey , Renungan , Share

IMG_20150222_095237

Maaf, fotonya bukan sedang menunggang kuda, tapi menunggang perahu…. 😉

Berlanjut dari kisah yang telah diceritakan tentang bertanya pada orang yang tepat yang telah admin share di media sosial, ada satu sahabat yang baik hati menceritakan kebalikan dari cerita di atas……

Pada suatu pagi ada seorang pangeran yg berniat menyeberangi sungai.

Pangeran itu menunggangi kuda yg tinggi dan gagah.

Namun ketika akan menyeberang, timbul keraguan dalam hatinya. Lalu ia menghampiri seorang anak kecil di tepi sungai.

“Hai anak kecil, apakah sungai ini dalam?” Tanyanya tanpa turun dari kuda.

Anak kecil itu melihat pangeran dan kudanya. “Apakah pangeran akan menyeberang dengan kuda?”

“Ya tentu saja!”

Lalu anak kecil itu menjawab riang sambil tersenyum, “menyeberang saja pangeran. Sungainya tidak dalam”

Maka pangeran pun mulai mengarahkan kudanya menyeberangi sungai. Selangkah dua langkah.. lalu kudanya meringkik tidak mau meneruskan langkahnya.

Pahamlah pangeran, ternyata sungai itu cukup dalam. Sehingga kudanya tidak mau.

Segera sang pangeran mencari anak tadi. Dengan marahnya dia membentak “Hai anak kecil! Kamu sudah membohongiku!!”

“Membohongi apa pangeran. Hamba tidak akan berani” jawabnya.

“Kau bilang sungai ini tidak dalam, Tapi ternyata kudaku tidak mau menyeberang karena dalam” bentaknya.

Anak kecil itu menatap lekat kuda sang pangeran lalu menjawab polos.

“Saya tidak bohong pangeran. Tiap hari saya melihat itik berenang menyeberang bolak balik di sungai ini, dan mereka tidak tenggelam. Padahal kaki mereka kecil. Sedangkan pangeran dengan kuda. Kakinya panjang. Pasti tidak akan tenggelam”

Mendengar jawaban sang anak, pangeran tersadar, ia telah bertanya pada orang yg salah.

#diceritakan sederhana versi saya. Hehe….

-Liz


  • 0

Keluarga Adalah Segalanya

Category : Real , Renungan , Share

daddy

Keluarga adalah segalanya

Keluarga adalah segalanya

Sebelumnya ke stasiun naik gojek [telfon]:
N: Pak posisi sudah dimana?
I: Saya sudah didepan money changer nih neng (terbilang fasih menurut gue)
N: Wah bukan gojek biasa

Mulailah percakapan:
*gue mulai bla-bla*
I: Neng kuliah dimana?
N: Di Trisakti pak

I: Oh yg deket situ ya
N: (gue gatau situ mana yg dimaksud dan gue ga yakin dia tau kampus gue. Iyain aja deh) Iya pak.

I: Ambil jurusan apa neng?
N: (Gue bingung awalnya mau blg apa, jadi gue buat simpel aja) Itu pak yg buat bensin-bensin gitu. Pertamina gitu2 pak.

I: Oh yg offshore offshore gitu ya neng?
N: (LAH GILA DIA NGERTI😳😳, buat org awam biasanya krg paham apa itu onshore dan offshore) Kok bapa tau???!

I: Iya neng waktu itu saya kerja di offshore.
N: Oh iya? (Di laut2 sekitar Indonesia kali ya. Minta ditanya banget nih bapak!) Di laut mana pak?

I: Iyaa neng. Di Norway.
N: (LAH BERCANDA NIH ORANG!!!) 😫😫😩😐😐

I: Di Norwegia neng, itu yg di Eropa. (Diulang)
N: (IYA PAK SAYA TAU PAK, Masih shocked ga bs komentar dlu saya pak) Wah gila sih pak!!! Gila wah gila *udah ga tahan saking excitednya* (Takut2nya gue dikadalin, gue tes lah dikit) Laut apa pak namanya?

I: Apa ya saya lupa, pokoknya pelabuhannya namanya Oslo Harbour.
N: (GUE GATAU SIH, SETELAH TURUN MO GUE CEK. Titik) Wah iya pak? Bapak kerja dibagian apanya?

I: Saya bagian pensuplay, laudry alat2 logistic gitu neng.

Dia cerita, kalo dia kerja disana 3 tahun tapi istrinya ga setuju karena pulang 8bulan sekali, dia juga ga punya waktu buat anak dan keluarganya yg masih kecil2. Dia punya anak 3 mau 4 (dia ngomongnya gt, sambil bilang “Semangat 45 Neng!” setelah gue bilang “Rame banget pak!”)😑😑😑

N: Terus kenapa pak ga kerja lagi? Kenapa skrg ngojek? Kan udah enak pak uangnya lumayan, hidup disana enak.
I: Iya neng saya ga bisa ketemu anak2 saya tiap hari, kasian juga.
N: (Yaaa ampun sedih 😢) Oh iya sih pak bener.

Ga lama sampe lah ditempat tujuan.
I: Duh neng saya jadi seru sendiri inget2 lagi.

Dan berakhirlah percakapan dan gue langsung check google dan benarlah terdapat Oslo Harbour di Norway.

Terharu sebenernya dia punya karir yg bagus dibidang supplier itu dan gaji terbilang lumayan dibanding ngojek dan hidup udah terjamin disana, tapi dia milih keluarganya, istri, dan anak2nya.

Dia bener2 tau real definition of “have a happy life” segalanya bukan tentang uang. Ketemu anak2nya setiap hari walaupun pendapatan pas pas an udah bikin dia lebih dari cukup.

“If you want to feel rich count the things money can’t buy.”💓💓💓

[Postingan ini tidak bermaksud merendahkan 1 atau pihak lainnya].

Saya sangat menghargai pekerjaan yang halal, apapun itu. Saya ingin lebih menyampaikan bahwa tidak perlu memiliki pekerjaan dan jabatan yang WAH atau uang yang banyak untuk menjadi bahagia. Karena bahagia, sesimpel melihat keluarga sendiri setiap hari. 😊😊

Copas dari line grup 😃, share and like if you care….


  • 0

Pengemis dan Mangkoknya

pengemis dan mangkoknya

Kita sering tidak menyadari, bahwa harta yg paling berharga terkadang sudah ada dalam genggaman kita. Namun tanpa kita sadari, kita tidak menghiraukannya…

Seorang pengemis duduk di tepi jalanan ramai memegang sebuah mangkok usang. Wajahnya pucat menggigil di sebelah anak semata wayangnya. Karena lapar dan tak kuat menahan dingin, maka pengemis itu pun mati kedinginan dan kelaparan.

Sakin begitu miskin papa nya pengemis itu, sampai ia tak mewariskan apapun, hanya mangkok usang yang dipakainya menadah uang, adalah harta warisan satu satunya. Sang anak yang masih kecil hanya bisa menggunakan mangkok itu pun untuk mengemis.

Sampai saat ia usia remaja, ia memperhatikan orang berpakaian rapi, makan enak, dan ada seraut senyum bahagia di wajah mereka. Hatinya sungguh ingin hidup seperti mereka. Seolah Tuhan sedang sangat memperhatikan dirinya, tiba tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya.

“Bolehkah kulihat mangkokmu?” Tanyanya sopan.

Sang anak pengemis itu mengulurkan mangkoknya.

Dalam benaknya terlintas pikiran polos, akan ada recehan segera dilempar ke dalam mangkoknya.

“Bolehkah kubeli mangkokmu 50 yuan?”

Pengemis itu terkejut dan tak bisa berkata apa apa. Seumur hidupnya yg diterima hanya setengah sen, hingga 10 sen sehari. Ia pun mengangguk gembira. Mangkoknya pun ditukar dgn 50 yuan. Dibelinya pakaian dan makanan, ia pun merasa layak melamar pekerjaan sebagai penjaga anjing atau penyiram pohon jeruk di kebun.

Seminggu kemudian, saat ia sedang menyiram pohon bersama pekerja lain di kebun, ia mendengar ramai orang bercerita, bahwa telah ditemukan harta peninggalan Kaisar dinasti Ming yg sangat dicari. Konon harga harta peninggalan itu, bernilai jutaan. Ia pun penasaran, ikut ikutan melihat surat kabar. Serta merta lemaslah ia melihat foto benda tersebut, yg tak lain dan tak bukan adalah mangkok peninggalan mendiang ayahnya..!!!

Hikmah yg bisa kita petik dari cerita di atas adalah… kita sering tidak menyadari, bahwa harta yg paling berharga yg mengantarkan kita pada kesuksesan dan kejayaan, terkadang sudahlah ada dalam genggaman kita. Namun dengan tanpa kita sadari, kita tidak menghiraukannya. Dan kita anggap itu hal yg tidak berguna.

Diceritakan kembali dengan versi saya.
-Liz


  • 0

Kenapa Orang Jujur Dapat Berbohong?

Category : Email , Info

zhorvans.net – Kenapa orang jujur dapat berbohong?

Suatu hari, ketika seorang kakek  penebang kayu,

kehilangan satu2nya
kapak yg ia punya karena terjatuh ke sungai.
Dia menangis & berdoa, hingga muncul malaikat
dan bertanya kepadanya:

“Mengapa engkau menangis?”

Sambil terisak si kakek bercerita tentang satu2nya
kapak alat pencari nafkahnya telah terjatuh ke dlm
sungai.

Malaikat menghilang seketika & muncul kembali dgn membawa Kapak Emas sambil bertanya:

“Apakah Ini Kapakmu?”

“Bukan,” jawab kakek.

Lalu malaikat menghilang lagi & muncul kembali
dgn membawa Kapak Perak sambil bertanya lagi:

“Apakah ini kapakmu?”

“Bukan,” sahut kakek sambil menggelengkan
kepala.

Setelah menghilang sekejap, malaikat  kembali lagi dgn membawa kapak yg jelek dgn gagang
kayu & mata besi.

“Apakah ini kapakmu?”

“Ya, benar ini kapak saya.”

“Kamu adalah orang jujur, oleh karenanya aku berikan ketiga kapak ini untukmu Sebagai imbalan
atas kejujuranmu!”

Kakek itu pulang ke rumah dgn rasa syukur & sukacita membawa kapak emas, perak dan kapaknya sendiri.

Beberapa hari kemudian, ketika menyeberangi
sungai, isterinya terjatuh & hanyut ke dlm sungai.
Si kakek menangis dgn sedih & berdoa.
Muncullah pula malaikat yg memberinya 3 Kapak
tempo hari.

“Mengapa engkau menangis?”,

“Isteriku satu2nya yg amat kucintai terjatuh & hanyut ke dlm sungai.”

Lalu malikat menghilang & muncul kembali dgn
membawa Luna Maya sambil bertanya :

“Apakah ini isterimu?”

“Ya.”

Malikat amat murka & berkata :

“Kamu bohong! Kemana perginya kejujuranmu?”

Dgn ketakutan sambil gemetaran kakek itu
berkata :

“Jika aku tadi menjawab bukan, engkau akan
kembali lagi dgn membawa Cut Tari. Dan jika Cut Tari kujawab  bukan, engkau akan kembali dgn membawa isteriku yg sebenarnya,  dan saya pasti akan menjawab benar, lalu engkau akan memberikan
ketiga2nya untuk menjadi isteriku.

Saya ini orang tua renta….. please dehhh Malaikat, maaanaaa kuaaaat…..😝😝😝

[Cerita ini diambil dari grup WA, jangan diambil serius yah,,,,]

 

 


Archives

Categories